Orang malas tidak akan sukses - INDO9.COM

Breaking

Jumat, 23 Januari 2015

Orang malas tidak akan sukses


Orang miskin jadi sukses ada
orang jelek jadi sukses juga ada
bahkan orang berkebuuhan khusus
jadi sukses pun ada
yang tidak ada & takkan pernah ada
adalah...
orang malas jadi sukses

by zul mandja

INDO9  - Kesuksesan tidak didapat secara instan, melainkan dengan banyak sekali perjuangan dan pengorbanan. Tidak sedikit orang sukses harus mengalami kegagalan beruntun terlebih dulu, sebelum akhirnya menikmati buah dari kesuksesannya.

Namun, tidak sedikit pula nyatanya yang terus-menerus gagal dalam mewujudkan kesuksesan, karena terlalu mudah menyerah pada keadaan. Pada dasarnya, sukses atau tidak, semuanya akan tampak dari kepribadian seseorang.

Kepribadian orang yang sukses jelas berbeda dengan kepribadian orang tidak sukses. Lalu, apakah Anda termasuk orang sukses atau sebaliknya? Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut beberapa tanda apakah Anda orang sukses atau tidak.

1. Orang Sukses Menyelesaikan Masalah, Orang Tidak Sukses Memperbesar Masalah

Berbagai masalah dalam hidup seperti masalah pekerjaan dan keluarga, harus diselesaikan hingga tuntas agar tidak berdampak berkelanjutan di hari esok.


Namun, hanya orang sukses saja yang sigap dalam menyelesaikan masalah. Bahkan mereka mengorbankan waktu dan tenaga untuk menyelesaikan suatu masalah tanpa melibatkan orang lain.

Tentu saja, orang tidak sukses itu sebaliknya. Mereka lebih suka membesar-besarkan masalah kecil untuk mendapat perhatian orang lain. Sayangnya, yang kerap terjadi, perhatian yang mereka harapkan sama sekali tidak pernah terwujud.

2. Pola Pikir Orang Sukses "Out of The Box", Orang Tidak Sukses "In a Box Trap"

Orang sukses bukanlah orang yang suka mencampuri hidup orang lain. Mereka lebih suka mengurus hal-hal yang berkaitan dengan diri sendiri, semisal cara meningkatkan potensi untuk menjadi lebih baik di kemudian hari.

Hal ini didukung oleh pola pikir yang "out of the box", sehingga mereka mampu menghasilkan sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya.


Sementara, pola pikir orang tidak sukses selalu "in a box trap", yang artinya terjebak dalam hal yang itu-itu saja. Mereka tidak memikirkan bagaimana cara mengubah hidup ke arah yang lebih baik, karena mereka sudah terlalu nyaman dengan apa yang mereka rasakan saat ini. Akibatnya, hidupnya menjadi tidak berkembang.

3. Orang Sukses Suka Memuji Orang Lain, Orang Tidak Sukses Hanya Tahu Mengkritik

Orang sukses tidak pernah ragu untuk melempar pujian kepada orang lain, apalagi jika orang tersebut layak mendapatkannya. Mereka bisa memuji mulai dari gaya berpakaian rekan kerja yang rapi, pencapaian, dan lainnya.

Pujian yang mereka berikan pun biasanya tulus, alias bukan semata-mata untuk mencari muka agar dicap baik oleh orang lain.

Sebaliknya, orang tidak sukses enggan memuji dan lebih suka mengkritik. Mereka takut orang yang mereka puji menjadi lebih hebat, sehingga mereka selalu berusaha untuk mencari kekurangan orang lain.


4. Orang Sukses Fokus Menatap Masa Depan, Orang Tidak Sukses Dihantui Masa Lalu

Tujuan utama orang sukses adalah menatap masa depan. Tidak ada satu pun dari mereka yang mau dihantui bayang-bayang masa lalu. Bagi mereka, masa lalu adalah sebuah pelajaran yang dapat membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi orang yang tidak sukses, masa lalu ibaratnya sebuah lem yang selalu menempel dalam diri sendiri. Hal ini terjadi karena mereka suka memendam sesuatu dan sulit memaafkan.

5. Orang Sukses Memberi Banyak Kesempatan, Orang Tidak Sukses Mencuri Kesempatan

Loyal dan mau berbagi, itulah salah satu sifat lain dari orang sukses. Mereka dengan suka rela berbagi informasi kepada orang yang membutuhkan, bahkan mau memberi kesempatan agar orang lain menjadi berkembang dan sukses.

Bila melihat orang lain sukses, mereka akan ikut bahagia dan merasa dirinya lebih sukses karena mau memberi.

Sedangkan pelit dan iri merupakan sifat orang tidak sukses. Mereka lebih suka menyimpan informasi untuk dirinya sendiri, karena mereka takut disaingi oleh orang lain.

6. Orang Sukses Mau Mengakui Kesalahan, Orang Tidak Sukses Menyalahkan Orang Lain

Kegagalan yang orang sukses alami bukanlah kesalahan orang lain, melainkan kesalahan dirinya sendiri. Dan mereka bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.

Orang sukses mengartikan kegagalan sebagai kesuksesan yang tertunda, sehingga semangat mereka tidak mudah surut melainkan terus berkobar.

Orang tidak sukses memandang kegagalan sebagai suatu malapetaka. Akibatnya, mereka selalu mencari kesalahan orang lain untuk menutupi kesalahan dirinya sendiri.

7. Orang Sukses Suka Berinovasi dan Berkreasi, Orang Tidak Sukses Suka Bergosip

Terus berinovasi dan berkreasi menjadi bagian dari hidup orang sukses. Mereka tidak mudah puas atas apa yang sudah dicapai. Itulah kenapa mereka terus berlatih dan belajar agar skill yang mereka miliki semakin meningkat.

Mereka bahkan meluangkan banyak waktu untuk ikut dalam sebuah komunitas demi mendapat pengalaman baru. Daripada berinovasi dan berkreasi, orang tidak sukses lebih suka menghabiskan waktu untuk bergosip.

Bagi mereka, bergosip adalah kegiatan wajib yang satu hari pun tidak bisa dilewatkan. Maka tidak heran jika hidupnya tidak berkembang meskipun sudah bekerja selama bertahun-tahun.

8. Hidup Orang Sukses Jauh Lebih Bahagia, Orang Tidak Sukses Diselimuti Rasa Iri dan Benci

Jelas saja, karena orang sukses tidak pernah iri atas keberhasilan orang lain. Ketika orang lain senang, mereka juga ikut senang, apalagi jika keberhasilan orang lain tak lepas dari sugesti dan saran yang dia berikan.

Mereka yang tidak sukses cenderung iri dan benci ketika melihat kesuksesan orang lain, apalagi orang yang selama ini dia remehkan. Sebagian dari mereka malah merencanakan bagaimana cara menjatuhkan kesuksesan orang lain.

Anda Termasuk yang Mana?

Bisa diibaratkan sebuah magnet yang memiliki kutub positif dan negatif, begitu pula kepribadian orang sukses dan tidak sukses. Lalu, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah termasuk dalam kategori orang-orang yang punya pemikiran untuk menjadi sukses? Apa pun itu, menjadi sosok yang lebih baik tentunya lebih menguntungkan, bukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar